Ketika Matahari terbit dan suara kicauan burung terdengar sampai ketelingaku, aku masih terbuai oleh mimpiku yang mambawaku hingga langit ketujuh. Namun disaatku terbuai akan indahnya langit tersebut tiba-tiba saja aku mendengar kerasnya suara yang memanggil "Teteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh", lalu dengan terpaksa dan mau tidak mau kedua kelopak mata ini pun terbuka. Setelah ku menatap semua arah yang ada disekitarku kulihat bahwa hari sudah beranjak siang dengan berat hati akhirnya akupun bangun dan segera melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu pergi kuliah.........
hUuuuft sungguh membosankan namun pada hari ini ada satu kegiatan yang menurutku sangat menegangkan yaitu bertemu dengan sang mantan tapi entah mengapa pada saat itu aku sangat sangat malas (yah, walaupun setiap harinya juga malas).
Dalam perjalanan untuk bertemu dengan sang "X" tiba-tiba saja terlintas diotakku apa yang akan terjadi nanti?????
Ehmmmmmmm.................................
enTah akan berakhir dengan Happy Ending atau sebaliknya menyedihkan dan menggoreskan luka, Tapi yasudahlah liat nanti saja apa yang akan terjadi. Walaupun pada awal'a aku males sekali bertemu dengannya kembali namun hati ini tidak bisa dibohongi bahwa ternyata aku masih mencintainya. Namun kini aku sadar bahwa dia bukan milikku lagi (sakit bgt rasa'a klo inget dia 2in aku).
Akhirnya tiba pada waktu yang sudah kutunggu yaitu bertemu dengan mantanku itu. Sesuai dengan yang sudah kita janjikan klo kita akan bertemu disalah satu restaurant dmn kita sering dinner bersama (huuuuu'uhh jd inget klo dulu itu suasana'a romantis abis). Tiba-tiba saja perasaan ini jadi tidak karuan arahnya dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, karena yang aku tau dia akan bertunangan dengan kekasihnya (cwe yg udh ngerebut dia dr aku) dan tentunya aku berfikir bahwa dia akan datang untuk menemui aku dengan kekasihnya itu tapi perasaan itu hilang seketika, saat ku melihat dia datang menemui aku sendirian.
Kita banyak ngobrol dan becanda pada saat itu (sebener'a c aku dag dig dug bgt), disela-sela perbincangan kami terbesit satu unkapan yang sangat mengagetkanku "Bahwa dia meminta aku untuk jadi kekaihnya lagi".
Sungguh mengejutkan sekali tapi dalam hati aku sangat senang krn itu yang ku harapkan, dan dia bikin pernyataan bahwa sesungguhnya dia masih sangat sangat mencintai aku. Jujur mendengar pernyataannya itu aku sangat bahagia, rasa'a separuh jiwaku telah kambali namun aku gak boleh larut dalam kesenangan sesaat saja karena aku tau bahwa dia masih menjalin hubungan dengan wanita lain bahkan bulan depan mereka akan bertunangan.
Lama kami berbincang namun pada akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri perbincangan kami itu dan meminta dia untuk bertemu kembali minggu depan karena haripun sudah larut malam.
Sesampainya aku dirumah ponselku berbunyi dan ketika kulihat dia menghubungiku, dia masih membuat pernyataan yang sama dengan apa yang kami bicarakan tadi. Tanpa berfikir lagi akupun menjawab "gimana sama cewe km? bukankah bulan depan kalian akan menikah?" lalu dia pun menjawabnya dengan penuh keyakinan "sebenernya yang aku cinta cuma kamu dan hanya kamu bukan yang lain, aku terpaksa menjalani hubungan dengan dia karena aku dijodohkan oleh orang tuaku", lalu aku bilang dengan dia dengan nada yang datar "trus apa yang akan kamu lakukan, kembali padaku dan membtalkan pertunanganmu dengan mengecewakan kedua orang tuamu ataukah kamu menjalani pertunanganmu dan bwat mereka bahagia?" dengan suara penuh keyakinan dia berkata padaku "aku akan menjalani suatu ikatan hanya dengan wanita yang aku cintai yaitu kamu" dengan rasa kegalauan akhirnya aku mengkhiri perbincangan kami tersebut.
Pas di hari H dia akan bertunangan dengan kekasihnya itu, tiba-tiba aku mendapat kabar bahwa tunangannya dibatalkan dan penyebabnya adalah aku..!!!
Mendengar kabar tersebut serentak saja aku kaget setengah mati (heeee lebay) knp aku yang menjadi penyebabnya mereka gagal bertunangan.
Saat acara pertunangan akan dimulai dia menceritakan dan mengungkapkan isi hati yang sebenarnya didepan khalayak banyak, mendengar ceritanya alhasil pertunanganpun gagal total (walau sebernya seneng tapi ada rasa bersalah kepada kekasihnya dan orang tuanya). Namun seminggu setelah itu diapun mengalami sebuah kecelakaan ketika dia ingin menjemputku. Sampai saat ini kondisinya masih terbaring di rumah sakit dan orang tuanya terus-terusan menyalahi aku bahwa akulah penyebab dari semua derita yang dialami oleh keluarganya.
Dalam sujud dan doaku, aku selau meminta agar dia lekas sembuh dan orang tuanya berhenti unuk menyalahi aku tapi sudah setahun berlalu dan sampai detik ini dia masih terbaring tak berdaya di rumah sakit dan orang tuanya belum memaafkan aku...
salahkah aku?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar